Video Bentrok Bukan Akibat Larangan Beribadah

  • Whatsapp
alexametrics

VIDEO kericuhan yang dibagikan ulang oleh akun Facebook Gus Roziq Al Mujahid benar-benar bikin mengelus dada. Tampak petugas pengamanan terlibat aksi dorong dengan massa yang sebagian besar adalah emak-emak. Bahkan, ada yang cenderung kasar. Apalagi, video itu diberi keterangan tentang pelarangan salat berjamaah di masjid.

Read More

”Viralkan… Biar jera! *Contoh aparat POL-KOM-INDO yg arogan!* Kejadian tadi pagi di Riau gak boleh sholat berjamaah sungguh biadab aparat itu membabi-buta entah apa yg sudah merasuk di alam pikirannya,” tulis akun Gus Roziq Al Mujahid kemarin (21/7).

Namun, ada keanehan jika peristiwa itu disebut terjadi kemarin atau baru-baru ini. Sebab, dalam kericuhan yang terekam kamera tersebut, tak ada satu orang pun yang mengenakan masker. Padahal, mengenakan masker saat ini sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia, apalagi di ruang publik.

Saat ditelusuri, insiden kericuhan dalam video itu ternyata terjadi pada 2018, sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Lokasinya memang di Riau, tepatnya di Kabupaten Kampar. Penyebab kericuhan bukan larangan salat berjamaah.

Potongan video yang sama pernah diunggah portal news.okezone.com pada 17 Juli 2018. Kericuhan terjadi saat puluhan tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) dan aktivis Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kampar berunjuk rasa di Kantor Bupati Kampar. Dua demonstran dilarikan ke RSUD Bangkinang pada Senin, 16 Juli 2018, karena mengalami luka memar.

Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri berjanji memanggil dinas terkait pascainsiden memalukan itu. ”Saya akan panggil dinas terkait. Komisi I DPRD juga tolong panggil Kasatpol PP (Kampar),” ujarnya. Anda dapat membacanya di bit.do/Kejadian2018.

Baca Juga  Kena Covid-19, Deddy Corbuzier Akui Masuk Badai Sitokin

Related posts