Tambah 66 Ribu Kasus Baru, Deteksi Dini Kanker Payudara Rendah

  • Whatsapp
Tambah 66 Ribu Kasus Baru, Deteksi Dini Kanker Payudara Rendah

SuratKabar.my.id – Kualitas hidup orang dengan kanker payudara akan lebih baik jika terdeteksi secara dini. Jika diketahui cepat, maka harapan sembuhnya bisa lebih besar. Sayangnya, justru kini terdapat 66 ribu pasien baru mengidap kanker payudara dengan 22 ribu kematian.

Read More

Hal itu terungkap dalam webinar Yayasan Kanker Payudara Indonesia dalam Southeast Asia Breast Cancer Symposium (SEABCS) ke-5. Data GLOBOCAN 2020 menyatakan terdapat 2.261.419 kasus baru kanker payudara dengan 684.996 kematian di seluruh dunia; di 11 negara Asia Tenggara terdapat 158.939 kasus baru kanker payudara dengan 58.616 kematian; sementara di Indonesia, terdapat 65.858 kasus baru kanker payudara dengan 22.430 kematian.

“Melihat jumlah kejadian kanker payudara yang terus meningkat, SEABCS 2021 menjadi ajang yang teramat penting untuk menghimbau Pemerintah negara-negara Asia Tenggara dalam memperketat pengendalian penyakit kanker payudara. Maka penting untuk deteksi dini,” kata Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Linda Agum Gumelar dalam webinar, Kamis (22/7).

Meski sudah tersedia pilihan pengobatan, namun di Asia Tenggara kematian akibat kanker payudara masih tinggi sebanyak 58.616 pada tahun 2020. Sehingga penyakit kanker payudara merupakan tantangan regional, yang mendesak pemerintah negara-negara kawasan Asia Tenggara untuk mengambil langkah-langkah terukur dalam meningkatkan pengendalian penyakit ini.

Selain itu, pandemi Covid-19 memberi dampak pada kekhawatiran akan kurangnya fokus dalam pengendalian kanker payudara. Dengan adanya pandemi Covid-19, negara-negara di kawasan Asia Tenggara perlu meningkatkan kesadaran untuk memperkuat pengendalian kanker payudara dengan melibatkan seluruh unsur yang terlibat agar dapat menghindari keterlambatan pengobatan.

Baca Juga  Pegawai Duga KPK Bersiasat Tutupi Hasil Tes Wawasan Kebangsaan

“Padahal bukan hanya Covid-19, penanganan kanker payudara juga butuh perhatian,” tegasnya.

Policy and Public Affairs Director PT Pfizer Indonesia Bambang Chriswanto mengatakan, masyarakat harus memahami seputar aspek-aspek penting pencegahan dini, perawatan pasien kanker payudara, termasuk kanker payudara metastatis (sudah menyebar). Sementara langkah ilmiah dan pengetahuan terus berkembang untuk membawa kemajuan pengobatan inovatif bagi pasien kanker payudara.

“Diharapkan akan membawa dampak positif terhadap perawatan, kualitas hidup dan dukungan psikososial bagi pasien. Kami mendorong survivor dan pasien kanker payudara, untuk terus berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan opsi terapi inovatif terkini agar dapat menjalani kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Bambang.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Related posts