Tak Ada Infeksi Bakteri, Pasien Covid-19 Harus Stop Minum Obat Azitrom

  • Whatsapp
Tak Ada Infeksi Bakteri, Pasien Covid-19 Harus Stop Minum Obat Azitrom

SuratKabar.my.id – Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Korona SARS-CoV-2, bukan bakteri. Maka pengobatannya harus dengan antivirus, bukan antibiotik. Akan tetapi sejumlah pasien Covid-19 tetap diberikan antibiotik berupa Azitromisin. Mengapa demikian?

Read More

Obat Azitromisin kini sudah dicabut dari standar pengobatan pasien Covid-19. Sebab memang virus tak bisa disembuhkan dengan antibiotik. Pasien Covid-19 diberikan antibiotik jika mereka menderita infeksi sekunder.

“Sehingga, tidak seharusnya pasien Covid-19 diberikan Azitromisin kecuali ada infeksi bakteri sekunder. Akan tetapi, pemakaiannya tetap ditentukan oleh dokter. Revisi itu dilakukan karena beberapa penelitian mengungkap bahwa dampak Azitromisin terhadap pasien Covid-19 itu tidak efektif,” kata Ahli Spesialis Penyakit Dalam yang juga Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban dalam kicauannya yang sudah dikonfirmasi oleh SuratKabar.my.id, Senin (19/7).

Menurut Prof Zubairi, penggunaan antibiotik secara tidak perlu membuat pasien rentan terhadap efek samping obat itu. Salah satunya meningkatkan risiko resistensi.  Bagaimana dengan risiko pasien isoman yang selama ini menggunakan obat antibiotik secara bebas? Tentu akan memberikan efek samping resisten.

“Kalau pemakaiannya sembarangan, terlalu banyak, tanpa indikasi yang benar, maka akan timbul resistensi. Yang resisten tentunya bukan kita, tapi bakterinya. Jadi, bakteri yang terlalu sering dapat Azitromisin, malah membuat bakteri itu resisten. Kalau mereka resisten, maka sulit diatasi,” paparnya.

“Saran saya, jangan pakai Azitromisin, kecuali memang terbukti ada infeksi bakteri, selain Covid-19,” tegasnya.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Baca Juga  Pasien Covid-19 Bisa Sebarkan Virus di Ruangan Saat Bernapas

Related posts