Sudah Berhaji kok Diklaim Gagal Berangkat oleh Produsen Hoaks

  • Whatsapp
alexametrics

KEPUTUSAN pemerintah untuk meniadakan pemberangkatan haji selama dua tahun terakhir menuai banyak kecaman. Para pembuat hoax pun tak mau ketinggalan. Mereka membuat kisah palsu sepasang lansia yang gagal naik haji setelah susah payah menambung selama 30 tahun. Padahal, lansia yang dimaksud sudah naik haji pada 2018.

Read More

”Ya Allah Akhirnya Cuman Bisa MENANGIS. Kisah Romantis Pria 91 Tahun Menabung 30 Tahun demi Berhaji dengan Istri. Kasian Gak Bisa Pergi Haji Gara2 Rezim Laknatullah. Inalillahi,” tulis akun Facebook Mbah Gomex pada 5 Juni 2021 (bit.ly/GagalHaji). Tulisan tersebut dilengkapi foto sepasang suami istri yang menunjukkan KTP. Anehnya, pasutri itu mengenakan batik yang selalu menjadi seragam khas jamaah haji Indonesia.

Tak sedikit netizen yang terpengaruh kabar tersebut dan memberikan komentar bernada prihatin. Namun, ada seorang netizen yang menginformasikan bahwa pasutri dalam foto itu sudah pernah menunaikan ibadah haji.

Saat ditelusuri, foto yang sama pernah diunggah portal liputan6.com pada 2018. Foto tersebut melengkapi berita berjudul Kisah Romantis Pria 91 Tahun Menabung 30 Tahun demi Berhaji dengan Istri. Pria itu bernama Ahmadi, seorang veteran yang kini menjadi penjaga makam. Meski berada dalam kondisi ekonomi pas-pasan, pria asal Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, tersebut tak patah arang untuk bisa berhaji. Ahmadi akhirnya berangkat haji dengan istri tercinta, Sartoyah.

Selain menjaga makam, Ahmadi menggarap sebidang kebun yang ditanami sayur dan ubi. Setiap ada rezeki, dia selalu menyisihkannya untuk ditabung. Singkat cerita, dia pun mendaftar haji pada 2011 dan berangkat pada 2018. Anda dapat membacanya di bit.ly/Berita2018.

Baca Juga  Petugas Ngantuk, Bendera Merah Putih Terpasang Terbalik di Aceh Barat

Sementara itu, Radar Banyumas mengisahkan bahwa Achmadi merupakan jamaah haji tertua di Kabupaten Banyumas pada 2018. Meski begitu, dia tampak sangat sehat. Istrinya, Sartoyah, juga terlihat lebih bugar saat sudah pulang dari Tanah Suci. ”Selama haji selalu diperhatikan dokter. Setiap dokter datang, saya juga dipijit-pijit. Saya sampai bertanya, diperiksa dokter bayar berapa. Ternyata tidak bayar, gratis,” kenangnya, lalu tertawa renyah.

Related posts