Situasi Darurat, 3 RS Khusus Pasien Covid-19 Disiapkan, Ini Lokasinya

  • Whatsapp
alexametrics

SuratKabar.my.id – Kementerian Kesehatan menetapkan 3 rumah sakit sebagai RS khusus Covid-19 agar ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 terjaga. Pasalnya, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit saat ini sudah semakin kritis. Apalagi pada Kamis, (26/6) kemarin, Indonesia melaporkan rekor 20.574 kasus, dengan total kasus aktif 171.542.

Read More

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan tingginya lonjakan kasus konfirmasi positif Cov8d-19 menyebabkan keterisian tempat tidur di rumah sakit juga mengalami peningkatan. Per tanggal 24 Juni 2021 sudah tersedia 94.420 tempat tidur untuk isolasi maupun ruang perawatan untuk kasus infeksi.

Tetapi di sisi lain rata-rata nasional angka keterisian tempat tidur adalah 67-68 persen. Di beberapa daerah angka keterisian tempat tidur malah lebih tinggi hingga mencapai angka 80 persen.

“Kami melihat di Jogjakarta dan di Jawa Tengah itu sudah mencapai 85 persen, di Banten itu 87 perswn, dan di DKI Jakarta itu mencapai 90 persen,” kata Nadia.

Melihat kondisi kapasitas keterisian tempat tidur cukup tinggi terutama di daerah Jakarta dan sekitarnya, maka Kementerian Kesehatan menunjuk 3 rumah sakit vertikal yang berada langsung di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan untuk dikhususkan sebagai RS perawatan pasien Covid-19.

“Diharapkan dengan mengkonversi ketiga rumah sakit itu menjadi rumah sakit yang memberikan pelayanan kasus Covid-19 ini akan membantu menambah persediaan tempat tidur,” kata Nadia.

3 RS tersebut adalah:

 

1. RSUP Fatmawati

Sementara itu, di RSUP Fatmawati terdapat 500 tempat tidur. Plt Direktur RSUP Fatmawati dr. Azhar Jaya mengatakan dua hari yang lalu terdapat 233 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Ia telah meningkatkan jumlah rumah sakit menjadi 261 tempat tidur, atau sekitar 52 persen dari kapasitas tempat tidur di RSUP Fatmawati terdiri dari 110 tempat tidur ICU, dan 151 tempat tidur di ruang isolasi bertekanan negatif dan non negatif.

Baca Juga  Tito Minta Kepala Daerah Jadikan Penanganan Covid-19 Sebagai Prioritas

“Kami harus meningkatkan tempat tidur menjadi 350 atau 70 persen. Kami harapkan pada awal bulan Juli sudah bisa meningkat sampai 350 tempat tidur,” katanya.

 

2. RSPI Sulianti Saroso

Direktur Utama RSPI Sulianto Saroso dr. Mohammad Syahril mengatakan ketersediaan tempat tidur di RSPI Sulianti Saroso hingga hari ini rasionya 100 persen dengan beban 96 persen. Pihaknya akan menambah 100 tempat tidur yang diawali dengan penambahan 24 tempat tidur sejak tanggal 12 juni. Selanjutnya direncanakan akan menambah 45 tempat tidur sehingga jadi 145 tempat tidur hingga pertengahan Juli 2021.

“Dengan penambahan ini maka perlu diiringi dengan penambahan SDM maupun penambahan Alkes dan sarana prasarana lain. Total tenaga yang dibutuhkan sebanyak 80 perawat dan 2 dokter spesialis dari radiologi dan rehabilitasi medik,” kata Syahril.

Apabila terjadi penumpukan di IGD, tambah Syahril, pihaknya sudah menyiapkan tenda bantuan dri BNPB utk mengurai pasien yang ada di IGD.

 

3. RSUP Persahabatan

Selain itu, Syahril juga menjabat sebagai Plt RSUP Persahabatan. Ia mengungkapkan ada 409 tempat tidur di RSUP Persahabatan. Hingga hari ini sebanyak 55 persen tempat tidur didedikasikan untuk merawat pasien Covid-19, 32 ICU, dan 165 non ICU.

“Dengan lonjakan ini kami merencanakan penambahan tempat tidur dengan 4 tahap. Hal itu dikarenakan adanya perubahan ruangan biasa menjadi ruangan isolasi agar ruangan itu memenuhi persyaratan isolasi,” tutur Syahril.

Tak hanya itu, RSUP Persahabatan juga butuh tambahan tenaga terutama perawat sebanyak 150 perawat dan 14 dokter.

Syahril menegaskan RSUP Persahabatan dan RSPI Sulianti Saroso hanya menerima rujukan kasus Covid-19 berat dan kritis. Tidak semua pasien yang datang ke RS tersebut karena Covid-19 akan dirawat, tapi akan dirujuk ke RS terdekat bila kondisinya ringan sampai sedang.

Baca Juga  Tekan Pakta Integritas, Gegana Brimob Harapkan Bebas dari Korupsi

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Related posts