Setelah Dipenjara 3 Hari, Penjual Bubur Pelanggar PPKM Dibebaskan

  • Whatsapp
PPKM Darurat Bakal Diperpanjang? Besok Keputusannya

SuratKabar.my.id – Pelanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Tasikmalaya berinisial ALS dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya, Minggu (18/7) pagi. ALS dibebaskan usai menjalani hukuman selama tiga hari terhitung Kamis (15/7) sejak keluarnya putusan pengadilan.

Read More

Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya Davy Bartian mengatakan, penerimaan maupun pembebasan ALS dilakukan sesuai dengan mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. ALS adalah seorang penjual bubur yang memilih dipenjara daripada bayar denda sebasar Rp 5 juta.

“Pembebasan yang bersangkutan hari ini telah melalui prosedur dan administrasi sehingga yang bersangkutan sudah bisa dibebaskan tepat pada waktunya yaitu pukul.08.00 WIB,” kata Davy dalam keterangannya, Minggu (18/7).

Saat dibebaskan, ALS yang dijemput oleh kedua orang tua serta kerabat terdekat berpesan agar masyarakat selalu mematuhi aturan PPKM Darurat yang berlaku.

“Saya cuma nitip pesan saja ke masyarakat, mending ikuti aturan PPKM Darurat, jangan seperti saya. Soalnya, aturan darurat ini memang untuk kepentingan banyak orang, semua masyarakat, dalam menekan penyebaran Covid-19,” ujar ALS.

ALS pun mengaku, selama tiga hari mendekam di Lapas Tasikmalaya, seluruh petugas memperlakukannya dengan baik. Menurutnya, ke depan, ia akan kembali mengelola usahanya tentunya dengan mematuhi aturan yang berlaku dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

“Justru kalau kita melanggar akan lebih sulit bagi kita sebagai pelaku usaha,” imbuhnya.

Sementara itu, ayah ALS, Agus Suparman mengatakan, pihaknya menghormati proses penegakan hukum yang dijalani anaknya. “Kami mengerti betul pihak lapas tengah menjalankan tugas sesuai aturan dan kami sangat menghormati dan mengapresiasi langkah yang telah diambil,” ujarnya menandaskan.

Baca Juga  Sekda Nonaktif Tanjungbalai Segera Disidang Kasus Jual Beli Jabatan

Sebelumnya, ALS diputus bersalah karena terbukti melanggar Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Dia dijatuhi pidana kurungan, karena tempat usahanya tidak mematuhi aturan PPKM di masa pandemi.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Muhammad Ridwan

Related posts