Polres Jember Tahan Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak

  • Whatsapp
Polres Jember Tahan Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak

Suratkabar.my.id–Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, akhirnya menahan oknum dosen Universitas Jember (Unej) berinisial RH yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual. Korban keponakannya sendiri yang masih di bawah umur.

Read More

”Untuk tersangka sudah diamankan pada Rabu (5/5) malam. Pihak Satreskrim sudah melakukan penahanan,” kata Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika seperti dilansir dari Antara di Mapolres Jember, Kamis (6/5).

Aksi pelecehan seksual atau pencabulan pertama kali dilakukan RH terhadap korban pada akhir 2020. RH kembali melakukan aksi keduanya pada pertengahan Maret 2021 dan korban sempat merekam pembicaraannya dengan tersangka.

”Ibu korban melaporkan kejadian itu pada akhir Maret 2021 dan telah dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk saksi ahli yang kami hadirkan,” tutur Kadek Ary Mahardika.

Proses penahanan tersangka dilakukan setelah penyidikan dan melengkapi administrasi, serta beberapa alat bukti berupa telepon genggam yang digunakan korban merekam pembicaraan dan pakaian yang digunakan korban saat kejadian juga disita.

”Korban adalah anak-anak berumur 16 tahun dan kejadian pencabulan itu dilakukan tersangka di rumahnya sendiri karena korban adalah keponakannya,” kata Kadek Ary Mahardika.

Kadek menjelaskan, modus kejahatan yang dilakukan yakni dengan berpura-pura melakukan terapi pengobatan kanker payudara terhadap korban. Alasan itu dipakai tersangka untuk melakukan pelecehan seksual terhadap keponakannya sendiri.

”Sejumlah barang bukti di antaranya baju tidur bergambar doraemon milik korban dan ponsel berisi rekaman suara percakapan antara korban dengan tersangka menjadi penguat dan pelengkap terkait kejahatan pencabulan yang dilakukan tersangka,” terang Kadek Ary Mahardika.

Baca Juga  KPK Perpanjang Penahanan Azis Syamsuddin 40 Hari Ke Depan

Dia menjelaskan, RH dijerat pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 jo pasal 76 E UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

”Ancaman hukumannya 15 tahun penjara ditambah sepertiga ancaman hukuman maksimal lima tahun karena korban merupakan anak asuhnya sendiri,” tutur Kadek Ary Mahardika.

Sementara itu, Universitas Jember akhirnya membebastugaskan sementara RH dari jabatannya sebagai Koordinator Program Magister (S-2) Program Studi Ilmu Administrasi FISIP Unej per 15 April. Sejak itulah tugasnya mengajar, membimbing, dan menguji, dibebaskan. Sedangkan tugas yang telah dialokasikan sebelumnya dan berproses akan diteruskan dosen lain.

Related posts