Pilih Jadi Rektor UI, Ari Kuncoro Disebut Tak Kuat Jadi Bahan Ledekan

  • Whatsapp
Jokowi Ubah PP Statuta UI, Rektor Boleh Rangkap Jabatan Jadi Komisaris

SuratKabar.my.id – Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan Wakil Komisaris Utama Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menerima surat tersebut pada 21 Juli kemarin.

Read More

Memang, nama Ari Kuncoro dalam beberapa waktu terakhir ini sering dibicarakan oleh masyarakat. Hal tersebut lantaran dirinya yang merangkap jabatan sebagai rektor dan komisaris.

Kekagetan publik pun memuncak pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI menjadi PP 75/2021. Pasalnya, rangkap jabatan sebagai komisaris diamini dalam aturan tersebut.

Alhasil para netizen, khususnya di Twitter pun menjadikan Ari Kuncoro sebagai bahan meme. Bahkan, sempat menjadi trending topic dengan alamat pencarian Rektor UI dengan lebih dari 6.000 cuitan.

Pria berusia 59 tahun itu juga disebut sebagai Chuck Norris Indonesia oleh netizen. Chuck Norris sendiri merupakan meme populer yang dianggap sebagai sosok yang ditakuti. “Gantikan Chuck Norris dengan Rektor UI,” tutur @charismaul di Twitter.

Mengenai mundurnya Rektor UI, Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji melihat bahwa Ari Kuncoro lelah menjadi bahan pembicaraan akibat rangkap jabatan dan tiba-tibanya perubahan aturan tersebut.

“Nggak kuat jadi bahan ledekan se-Indonesia,” kata dia kepada SuratKabar.my.id, Kamis (22/7).

Jadi, menurutnya ini sudah sepatutnya untuk dilakukan. Akan keputusan itu, dia pun mengapresiasinya karena lebih memilih tetap berada di dunia pendidikan dibandingkan tetap berada sebagai Wakomut karena adanya kepentingan pribadi.

Baca Juga  Terdampak Pandemi, Pengelola Kampus Swasta Minta PPN Diturunkan

“Wajar sih kalau mundur. Kita apresiasi saja,” ujarnya.

Meskipun begitu, ia menyayangkan akan revisi itu. “Tapi sayang statutanya sudah ternoda. Harusnya (keluar) dilakukan jauh-jauh hari sebelum menodakan statuta UI,” pungkasnya.

SuratKabar.my.id pun mencoba menghubungi Rektor UI Ari Kuncoro sejak kabar itu berhembus. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak terkait.

Related posts