Perempuan Indonesia Antikorupsi Desak Dewas KPK Pecat Lili Pintauli

  • Whatsapp
Dugaan Pelanggaran Etik Lili Pintauli Tahap Klarifikasi

SuratKabar.my.id – Perempuan Indonesia Antikorupsi meminta agar Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa meninjau ulang sanksi etik berat yang dijatuhkan kepada Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Seharunya, Lili bisa dijatuhkan hukuman berupa pemecatan dari jabatan Pimpinan KPK.

Read More

Dalam putusan etik berat terkait komunikasi Lili dengan pihak berperkara, dalam hal ini Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial, Lili hanya dijatuhkan hukuman pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama satu tahun.

“Dewan Pengawas KPK agar meninjau keputusannya dan memecat Lili Pintauli Siregar atas tindakan yang bersangkutan secara nyata melanggar kode etik KPK, serta melaporkan yang bersangkutan terkait indikasi jual beli perkara,” kata perwakilan Perempuan Indonesia Antikorupsi, Adhityani Putri dalam konferensi pers daring, Senin (13/9).

Direktur Eksekutif Yayasan Indonesia Cerah ini menyampaikan, rakyat dibuat sesak menyaksikan Pimpinan KPK, Liliana Pintauli Siregar berkomunikasi dengan tersangka korupsi Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial, yang berindikasi kuat membantu tersangka. Terlebih, Lili merupakan satu-satunya komisioner perempuan di kepemimpinan jilid kelima KPK.

“Jelas melanggar kode etik dan mengindikasikan permainan perkara,” cetus Putri.

Menurutnya, peran Dewan Pengawas KPK perlu mendapat sorotan. Karena sanksi atas pelanggaran etik ini tidak
sebanding dengan tindakan yang dilakukan Lili Pintauli Siregar sebagai Komisioner KPK.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Baca Juga  Pidato Jokowi Tak Singgung HAM dan Anti-Korupsi, Ini Penjelasan Istana

Related posts