Pemerintah Pastikan Lansia Juga Dijadikan SDM Unggul

  • Whatsapp
Pemerintah Pastikan Lansia Juga Dijadikan SDM Unggul

SuratKabar.my.id – Untuk memastikan generasi Indonesia Emas 2045, pemerintah tak hanya fokus mengurus usia produktif, namun tetap perhatikan warga lanjut usia. Di era transformasi digital ini, pemerintah memandang penting akses dan partisipasi di dunia digital bagi semua kelompok umur termasuk lanjut usia.

Read More

“Perlu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inklusi digital bagi lansia dan sekaligus memberikan pelindungan dari dampak yang ditimbulkannya,” tutur Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Kamis (21/10).

Menuju era bonus demografi, kata dia penduduk usia produktif nantinya akan menanggung beban mereka yang berusia lansia. Mengingat jumlah penduduk usia produktif akan jauh lebih banyak daripada yang nonproduktif, tantangannya adalah bagaimana mempersiapkan mereka agar juga mampu menjadi angkatan kerja yang produktif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2021 sebanyak 139,81 juta orang atau naik 1,59 juta orang dibanding Agustus 2020. Bahkan setiap tahun juga terdapat 3,8 juta yang lulus dari SMA, SMK ataupun MA serta 1,9 juta lulus dari perguruan tinggi.

“Kalau di Jerman, struktur industrinya sudah sangat mapan. Sehingga kalau ada lulusan 1 juta anak Jerman yang mau memasuki dunia kerja maka ada 1 juta yang mau pensiun. Nah di Indonesia, begitu ada lulusan 3 juta yang cari kerja, yang pensiun belum ada. Tentu ini berat,” cetusnya.

Oleh karenanya menurut Muhadjir, selain harus melakukan ekspansi di bidang industri terutama padat karya, juga yang terpenting mempersiapkan semua generasi termasuk lansia agar siap menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga  Lobster dan Kepiting Juga Bisa Merasakan Kesakitan

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Saifan Zaking

Related posts