Musik Adalah Obat Bagi Gua

  • Whatsapp
Musik Adalah Obat Bagi Gua

SuratKabar.my.id – Disc jockey (DJ) Dipha Barus sangat ahli dalam meracik musik. Dia juga termasuk musisi yang produktif dalam berkarya. Bahkan karyanya kerap diputar di dalam hingga luar negeri bersanding dengan karya produksi DJ internasional lainnya.

Read More

Dalam acara Mola Chill Fridays tadi malam (11/6), Dipha Barus memperlihatkan aksi yang sangat memukau meracik lagu-lagu. Dia menghibur para penonton lewat sejumlah lagu. Dua diantaranya, ia membawakan Yamko lagu Rambe Yamko dan Flower.

Dalam kesempatan itu, Dipha Barus mengungkapkan bahwa musik sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari dirinya. Bahkan musik bisa memberikan pengaruh yang sangat positif ketika ia sedang dalam keadaan tidak baik.

“Sangat penting. Karena bagi gue musik kayak obat. Ketika gua unstable, yang buat gua stabil adalah musik,” aku Dipha Barus yang sempat menjadi DJ semi tetap di Malaysia sebelum akhirnya memilih berkarir di tanah air.

Dalam kesempatan itu Dipha Barus juga mengungkapkan pengalaman manggung yang kurang mengenakkan. Yaitu ketika orang-orang jaim tidak mau menyatu dengan musik yang dia racik.” Atau sedang ada kendala teknis kayak mati listrik,”ucapnya.

Musisi 35 tahun itu diketahui juga menjadi produser musik. Dipha Barus termasuk orang yang selektif ketika mau mngorbitkan musisi. Karena ketika ia orbitkan, ada semacam tanggung jawab moral baginya untuk membawanya ke pintu kesuksesan. Oleh karena itu, Dipha Barus memilih penyanyi yang memang potensi akan dapat menjadi penyanyi sukses.

“Suara yang unik kalau menurut gua,” katanya.

Selain Yamko Rambe Yamko dan Flower, Dipha Barus juga kolaborasi dengan Monica Karina membawakan Skin to Skin dan You Move Me. Selain itu, Dipha Barus juga membawakan lagu hasil kolaboasinya bersama Kallula yaitu No One Can Stop Us.

Baca Juga  Kusbini, Misteri Judul Bagimu Negeri, dan Geliat Sekolah Seni

Lagu yang terakhir ini dirilis Dipha Barus bersama Kallula pada 2016 silam. Dari sini ia banyak belajar tentang banyak hal dalam berkarya. Ingin semuanya perfect, lagu ini digarap selama sekitar 2 tahun.

“Untuk ngeluarin single ini butuh effort yang perfect banget. Dari situ gue belajar ternyata tidak ada yang benar-benar perfect,” tandasnya.

Related posts