MK Gelar Sidang Pendahuluan Polemik TWK Pegawai KPK Senin Pekan Depan

  • Whatsapp
MK Gelar Sidang Pendahuluan Polemik TWK Pegawai KPK Senin Pekan Depan

SuratKabar.my.id – Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menyampaikan, sidang pendahuluan terkait gugatan judicial review (JR) Pasal 24 dan Pasal 69C UU Nomor 19 tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) telah mendapat respon dari Mahkamah Konstitusi (MK). Dia menyatakan gugatan terkait Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) alih pegawai KPK menjadi ASN akan digelar pada Senin (21/6) mendatang.

Read More

“Hari ini MAKI dkk telah mendapat surat panggilan dari Mahkamah Konstitusi RI untuk sidang pendahuluan pada tanggal 21 Juni 2021 jam 13.30 WIB perkara register nomor : 25/PUU-XIX/2021 terkait Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) alih pegawai KPK menjadi ASN,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman dalam keterangannya, Jumat (11/6).

Boyamin mengapresiasi MK yang cepat melakukan prosesnya untuk segera bersidang. Untuk mengimbangi proses di MK, MAKI telah menyiapkan saksi, saksi ahli dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk memperkuat permohonan dengan maksud tidak ada pemecatan pegawai KPK akibat tidak lulus TWK.

“Disisi lain, Kami juga menyambut gembira Wadah Pegawai KPK yang tidak lolos TWK juga telah ikut mengajukan permohonan uji materi revisi Undang Undang KPK Nomor 19 tahun 2019. Dengan majunya Pegawai KPK yang tidak lolos TWK, maka akan sangat memperkuat Permohonan Uji Materi dikarenakan dirugikan secara langsung oleh TWK,” ucap Boyamin.

“Kami akan bersinergi dengan pegawai KPK tersebut untuk saling mendukung dengan tujuan dikabulkannya uji materi ini oleh MK,” sambungnya.

Dalam gugatannya, lanjut Boyamin, berdasar pertimbangan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XVIII/2019 yang telah dibacakan pada 4 Mei 2021 menyatakan, proses peralihan pegawai KPK menjadi ASN tidak boleh merugikan Pegawai KPK. Tetapi saat ini Pimpinan KPK justru berlawanan dengan pertimbangan putusan MK tersebut, yaitu hendak memberhentikan 51 Pegawai KPK yang berstatus merah dengan alasan tidak bisa dibina lagi.

Baca Juga  Bermain Agresif Sejak Awal, Perpanjang Napas untuk Raih Gelar Juara

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Related posts