Manajer Timnas U-23 Kembali Diemban Seorang Polisi

  • Whatsapp
Manajer Timnas U-23 Kembali Diemban Seorang Polisi

Suratkabar.my.id-Brigjen Pol Uden Kusuma Wijaya ditunjuk sebagai manajer timnas untuk SEA Games Hanoi 2021. Tantangan berat. Sebab, Indonesia ditargetkan membawa pulang medali emas yang kali terakhir digondol pada 1991 silam.

Read More

—–

Adrenalin Uden Kusuma Wijaya langsung terpacu tatkala mendapat tugas menjabat manajer timnas U-23 dari Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Menurut dia, sebagai manajer dirinya harus sering berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Selain PSSI, komunikasi dengan pelatih dan pemain juga penting dilakukan.

”Tugas manajer kan membawa tim untuk bisa mewujudkan target. Jadi, tentu saya harus masuk dulu ke pemain yang dipilih pelatih,” ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos kemarin (5/5).

Karena itu, dia ingin mengagendakan untuk bertemu dengan pemain yang saat ini masih tersebar di beberapa klub dan sebagian masuk proyeksi timnas senior yang kini menjalani pemusatan latihan di Jakarta.

”Kami butuh sebuah keputusan untuk mereka kapan waktunya kumpul. Pelatih harus ada juga di situ,” katanya.

Uden mengungkapkan, target meraih medali emas yang dicanangkan harus diupayakan secara maksimal. ”Tentu ini adalah tugas dan amanah yang harus kita sambut dan harus bisa diwujudkan. Sebagai manajer, saya pasti berupaya keras mewujudkan itu,” ucapnya.

Uden sadar betul tumpuan utama untuk meraih gelar juara ada di pemain. ”Karena yang bisa wujudkan (target) ya pemain di lapangan. Mereka yang bermain. Manajer hanya mendorong untuk bisa bermain baik dan menang atas lawan-lawan,” terang pria yang juga menjabat tenaga ahli di Kemenpora itu.

Dipilihnya Uden membuat posisi manajer kembali diisi polisi. Sebelumnya, posisi tersebut diemban Kombespol Sumardji yang kini menjabat COO Bhayangkara Solo FC dan Kapolresta Sidoarjo.

Baca Juga  Pegawai KPI Jadi Korban Pelecehan Seksual, DPR Minta Polisi Bertindak

Sesama polisi, Uden tak segan untuk nanti belajar dari pengalaman Sumardji kala menjadi manajer. ”Ya, saat ini belum. Proses berjalan nanti mau nanya apa kesulitan dan hambatan. Apalagi pelatih dari Korea (Shin Tae-yong) yang terkendala bahasa. Yang penting komunikasi,” bebernya.

Pada SEA Games 2019, Indonesia di bawah Manajer Sumardji meraih perak setelah takluk oleh Vietnam di laga puncak.

Tantangan lain yang dihadapi Uden adalah padatnya kesibukan. Pada 2019, Sumardji diketahui harus bolak-balik Jakarta–Manila untuk mengemban tugas sebagai petinggi di Bhayangkara FC dan manajer timnas.

Hal serupa bakal dirasakan Uden. Pria yang juga menjadi ketua Asprov PSSI DKI itu memiliki agenda menumpuk untuk menjalankan organisasi sepak bola di ibu kota. Sebab, setelah Idul Fitri direncanakan kompetisi dengan format baru.

”Kompetisi lebih panjang. Harapan kami bisa menghasilkan pemain DKI lebih bagus melalui kompetisi yang baik,” ungkap dia.

Karena itu, Uden harus memiliki tenaga ekstra dan siap capek untuk bisa membawa timnas meraih prestasi di SEA Games 2021.

Related posts