Manajemen PSM Makassar Mati-matian Pertahankan Wiljan Pluim

  • Whatsapp
Jawapos

Suratkabar.my.id – Wiljan Pluim merupakan pemain asing satu-satunya milik PSM Makassar. Kini, tim berjuluk Juku Eja itu malah berpeluang kehilangan gelandang asal Belanda tersebut.

Read More

Memang, Pluim masih terikat kontrak sampai musim 2023. Tapi, banyak klub yang tertarik mendatangkan pemain 32 tahun itu. ’’Saya yakin manajemen akan mati-matian untuk mempertahankan Wiljan Pluim,’’ kata media officer PSM Sulaiman Karim.

Bagi PSM, Pluim bukan sekadar pemain asing. Pria kelahiran 4 Januari 1898 tersebut sudah dianggap sebagai salah satu ikon klub. Maklum, dia adalah kapten PSM kala menjadi kampiun Piala Indonesia 2018–2019.

’’Saya pikir Pluim itu aset tim yang sangat penting. Bahkan, nilainya sangat besar di mata sponsor,’’ tambah Sulaiman.

Apalagi, PSM saat ini tengah berada dalam masalah. Mereka harus melunasi tunggakan gaji sebesar Rp 6 miliar. Jika tidak segera dilunasi, mereka tidak bisa melakoni bursa transfer pemain.

Termasuk terancam tidak bisa mendaftarkan pemain untuk Liga 1 tiga musim beruntun. Karena itu, mereka tidak ingin kehilangan Pluim di tengah kondisi seperti saat ini.

Sejatinya, bukan hanya Pluim yang ditahan. Beberapa pemain yang diminati klub lain juga diharapkan bertahan di PSM. Sang kiper Hilman Syah, misalnya.

Penampilan apiknya di Piala Menpora 2021 membuat beberapa klub tertarik. Arema FC bahkan terang-terangan ingin memboyong kiper 23 tahun tersebut. Namun, Hilman Syah memilih bertahan.

Baca Juga  Hendrique Motta dan Takuya Matsunaga Diragukan Tampil di Awal Liga

Related posts