Lulusan Nakes Kunci Strategis untuk Penanganan Covid-19

  • Whatsapp
alexametrics

SuratKabar.my.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkolaborasi mempercepat pendayagunaan lulusan bidang kesehatan seperti dokter, perawat dan bidan yang merupakan tenaga kesehatan strategis untuk penanganan Covid-19.

Read More

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbudristek Nizam mengatakan, tenaga kesehatan tersebut bertugas untuk perawatan pasien, maupun sebagai vaksinator.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kemenkes, kebutuhan tenaga dokter dapat dipenuhi dari dokter pasca internsip. Saat ini perguruan tinggi menghasilkan lebih dari 11 ribu dokter profesional setiap tahun, lebih dari 13 ribu dokter program pendidikan dokter spesialis, serta dokter internsip yang mendapatkan pelatihan khusus,” jelas dia, Minggu (18/7).

Percepatan kesiapan dokter internsip telah dilakukan dengan percepatan penerbitan sertifikat profesi dari perguruan tinggi, sertifikat kompetensi dari organisasi profesi, dan surat tanda registrasi dari Konsil Kedokteran Indonesia, bagi sekitar 3.300 lulusan baru Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) periode Mei 2021.

Selain tenaga dokter, diperlukan juga akselerasi pendayagunaan sekitar 16.000 tenaga perawat dan bidan, khususnya untuk di wilayah Jawa dan Bali. Koordinasi dengan asosiasi institusi pendidikan dan organisasi profesi juga dilakukan untuk menggerakkan lulusan prodi keperawatan dan kebidanan, khususnya bagi 28.000 lulusan uji kompetensi periode Juni 2021 dari wilayah Jawa dan Bali.

Selanjutnya Kemendikbudristek juga menggerakkan FK dan program studi (prodi) kesehatan untuk mendukung upaya percepatan vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidikan, serta mendukung gerakan Vaksinasi Merdeka yang dikoordinasikan oleh Polda Metro Jaya. Hingga saat ini, terdata lebih dari 30.000 relawan vaksinator dari FK, RSPTN dan prodi kesehatan.

Baca Juga  PTM Terbatas Bukan Cuma Tanggung Jawab Kemendikbudristek

Baca Juga: Ini Sanksi Pidana Bagi Pelanggar PPKM Darurat

Nizam juga menyatakan, bersama dengan Komite Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa bidang Kesehatan. Percepatan pelaksanaan uji kompetensi nasional selanjutnya telah kami koordinasikan, yakni pada Agustus dan September 2021.

“Sehingga lulusan bisa dapat segera mengabdi untuk penanganan pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Adapun, Kemendikbudristek dan Kemenkes sedang menyiapkan berbagai regulasi untuk mengatur kewenangan pelayanan, perlindungan keselamatan dan hukum, serta insentif untuk para relawan.

Related posts