Libur Lebaran Bisa Menjadi Ancaman Bagi Skuad Persebaya

  • Whatsapp
Libur Lebaran Bisa Menjadi Ancaman Bagi Skuad Persebaya

Suratkabar.my.id – Sejak kemarin (5/5), Persebaya Surabaya meliburkan tim untuk Lebaran. Skuad Green Force akan berkumpul kembali pada 18 Mei mendatang. Sehari setelahnya mereka bakal langsung latihan.

Read More

Libur Lebaran bisa menjadi ancaman bagi Persebaya. Sebab, jika pemain tidak menjaga kondisi dengan ketat, hasil latihan selama Ramadan bisa sia-sia.

Rendi Irwan dkk bakal mulai dari awal lagi untuk persiapan menuju Liga 1. Tidak mau itu terjadi, pelatih Persebaya Aji Santoso secara khusus memberikan program kepada para pemain. Program latihan mandiri itu wajib dikerjakan selama liburan.

”Khususnya untuk jaga kondisi fisik. Menjaga asupan makanan di masa liburan juga harus dilakukan,” tegasnya.

Apalagi, kebanyakan pola makan pemain akan berubah selama Lebaran. Makanan-makanan pedas dan berminyak yang selama ini menjadi pantangan bisa jadi dikonsumsi.

”Saya sudah berpesan kepada pemain, jaga diri dan fisik. Karena ketika masuk dan latihan pada 19 Mei, akan langsung ada tes fisik,” ungkapnya.

Tes tersebut diperlukan untuk mengetahui pola makan pemain selama Lebaran. Jika di bawah rata-rata, pria asal Malang itu tidak segan memberikan peringatan keras kepada pemain. Sebab, kondisi fisik mereka bakal berpengaruh pada persiapan tim menuju Liga 1.

Apalagi, tim kebanggaan arek Suroboyo itu berencana melakukan training camp (TC) setelah Lebaran. Aji tidak mau waktu TC menjadi percuma hanya untuk mengembalikan kondisi fisik pemain.

Dia ingin TC benar-benar berfokus untuk strategi dan cara main Persebaya dalam kompetisi. ”Minimal kondisi pemain harus 70 persen. Jadi, mengembalikannya tidak sulit,” terangnya.

Baca Juga  Jika Salah Satu Tak Pakai Masker, Bisa Tertular Varian Covid-19 India

Salah seorang pemain Persebaya, M. Hidayat, membenarkan bahwa sang pelatih memang memberikan program untuk latihan mandiri. ”Coach juga ingatkan jangan makan sembarangan. Jadi, Lebaran nanti saya harus jaga nafsu makan,” ucapnya, lantas tersenyum.

Hidayat tidak bermasalah dengan program tersebut. Dia juga sadar, sebagai salah seorang pemain yang terpaksa pulang kampung jauh dari Surabaya, fisik menjadi salah satu faktor penting ketika berlatih kembali nanti. Pesepak bola yang bersama Persebaya sejak 2017 itu tidak ingin tertinggal jauh dari pemain lainnya.

”Saya pemain profesional. Jadi, sudah tahu menjaga kondisi fisik ini adalah salah satu kewajiban sebagai pesepak bola,” jelasnya kepada Jawa Pos kemarin pagi sebelum pulang ke Bontang.

Related posts