LBH Sesalkan Ada Anak Dianiaya Hingga Tewas di Pesantren Deli Serdang

  • Whatsapp
Aniaya Yuniornya Hingga Tewas, Seorang Santri Ditetapkan Tersangka

SuratKabar.my.id – Peristiwa penganiayaan yang terjadi di Pesantren Darul Arafah Raya, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menewaskan seorang santri berinisial FWA, 15. Polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dalam peristiwa ini, berinisial ALH, YG dan HD.

Read More

Para tersangka merupakan senior dari FW. Peristiwa ini kemudian menjadi sorotan publik, karena terjadi di dunia pendidikan.

Direktur LBH Pendidikan, Arie Tuanggoro merasa prihatin atas peristiwa tersebut. Pasalnya, FW masih berusia di bawah umur.

“Peristiwa bullying hingga menimbulkan korban jiwa di pesantren Deli Serdang jelas sangat memprihatinkan kita semua. Apalagi korban adalah santri atau anak di bawah umur yang notabene berhak memperoleh perlindungan saat menempuh pendidikan,” kata Arie dalam keterangannya, Minggu (13/6).

“Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 9 ayat 1a UU No 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU Perlindungan Anak,” sambungnya.

Menurut Arie, pesantren sebagai bagian dari satuan pendidikan diamanatkan dalam Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 dan UU Nomor 18 Tahun 2019, wajib mencerminkan dakwah Islam yang rahmatan lil’alamin.

“Perbuatan bullying baik secara verbal , psikis apalagi sampai merenggut nyawa jelas dilarang dan menimbulkan konsekuensi hukum hingga pidana 15 tahun dan/atau denda Rp 3 miliar rupiah,” papar Arie.

Meski demikian, pihaknya mengapresiasi kerja cepat jajaran Polsek Kutalimbaru dan Polrestabes Medan dalam menyelesaikam kasus ini. Dia mengharapkan, ke depan tidak lagi terjadi kasus tersebut.

“Agar dikemudian hari kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi,” pungkas Arie.

Baca Juga  Jadi Tersangka Penistaan Agama, Yahya Waloni Terancam Penjara 6 Tahun

Editor : Banu Adikara

Reporter : Muhammad Ridwan

Related posts