Kuasa Hukum Sebut Mark Sungkar Berjalan Masih Sempoyongan

  • Whatsapp
Kuasa Hukum Sebut Mark Sungkar Berjalan Masih Sempoyongan

Suratkabar.my.id – Mark Sungkar, ayahanda Shireen Sungkar dan Zaskia Sungkar diketahui sudah pulang ke rumah sejak Rabu (5/5). Dua hari berada di rumah, kondisi kesehatannya tidak mengalami perkembangan signifikan.

Read More

Mark Sungkar dikatakan berjalan masih sempoyongan. Kondisi kesehatannya belum prima. Fahri Bachmid,S.H.,M.H, kuasa hukum Mark Sungkar mengungkapkan kliennya kini sedang berkonsultasi dengan dokter untuk memulihkan kondisi kesehatannya.

“Kondisi Mark Sungkar pasca keluar dari Rutan Kejaksaan Agung RI menjadi tahanan Kkta, kondisi beliau saat ini masih sama seperti keadaan sebelumnya, kalau jalan masih sempoyongan. Untuk itu saat ini Mark Sungkar dalam kondisi pemulihan (treatment) secara teratur, dengan selalu berkonsultasi dengan dokter ahli,” kata Fahri Bachmid kepada Suratkabar.my.id Jumat (7/5).

Baca Juga: Keluar Rutan, Mark Sungkar: Peluk Istri dan Anak Bukan Fiktif Lagi

Dia mengungkapkan sejak Mark Sungkar dinyatakan positif Covid-19 dan kemudian sembuh, kondisi kesehatan lelaki berusia 70 tahun lebih itu sudah mulai membaik. Hanya saja yang belum pulih adalah jalannya yang masih sempoyongan. Oleh sebab itu, Mark Sungkar pun masih menjalani penanganan medis supaya benar-benar pulih seperti sedia kala.

Dia mengungkapkan, Mark Sungkar masih perlu beristirahat total sembari menjalani sejumlah treatment kesehatan yang telah ditentukan oleh dokter yang menanganinya.

“Kami berharap kondisi kesehatan Mark Sungkar lebih baik dan stabil kembali untuk bisa menjalani proses peradilan secara lancar. Agar perkara ini dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan,” tuturnya.

Diketahui, Mark Sungkar keluar dari dalam tahanan setelah permohonan tim kuasa hukumnya dikabulkan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta untuk mengalihkan statusnya dari tahanan rutan menjadi tahanan kota. Mark keluar dari tahanan dengan dijemput olej istrinya pada Rabu (5/5) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca Juga  BPPT Sebut Kerusakan Terumbu Karang Hadapi Ancaman Serius

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Simanjuntak mengatakan, perubahan status Mark Sungkar dari tahanan rutan menjadi tahanan kota diputuskan oleh Majelis Hakim dengan mempertimbangkan sisi kemanusiaan mengingat Mark Sungkar sudah berusia 70 tahun lebih.

“Majelis hakim dalam pertimbangannya mengabulkan permohonan dari tim penasehat hukum terdakwa demi kemanusiaan, untuk pemulihan kondisi kesehatan terdakwa yang sudah berusia lanjut,” kata Leonard Simanjuntak.

Dia juga mengatakan Majelis Hakim mengabulkan permohonan tim kuasa hukum Mark Sungkar lantaran terdakwa diyakini tidak akan menghilangkan barang bukti dan juga tidak melarikan diri. Selain itu, juga ada jaminan dari Shireen Sungkar dan Zaskia Sungkar.

“Adanya jaminan dari dua anak terdakwa, tidak akan menghilangkan barang bukti, tidak akan melarikan diri dan kooperatif bersedia hadir dalam setiap persidangan PN Jakarta Pusat,” tuturnya lebih lanjut.

Sebelumnya, Mubarak Ali Sungkar alias Mark Sungkar didakwa melakukan tindak pidana korupsi senilai Rp 694.900.000. Ayah dari Shireen Sungkar dan Zaskia Sungkar itu didakwa melakukan pelaporan fiktif dalam kasus laporan dana pelatnas Asian Games Triathlon.

Mark didakwa membuat pelaporan fiktif mengakibatkan kerugian keuangan negara berdasarkan laporan hasil audit perhitungan BPKP. Perbuatan Mark diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 694.900.000. Perbuatan ini juga dianggap memperkaya dirinya sebesar Rp 399 juta, dan orang lain yaitu Andi Ameera Sayaka, Wahyu Hidayat, Eva Desiana, Jauhari Johan dan Luciana Wibowo.

Mark Sungkar didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b dan Pasal 9 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.

Related posts