KJRI Jeddah Jelaskan Syarat Vaksin untuk Pelaksanaan Umrah

  • Whatsapp
Biaya Minimal Umrah Bisa Kurang dari Rp 26 Juta

SuratKabar.my.id – Pemerintah Arab Saudi telah mempertimbangkan membuka pintu masuk bagi jamaah Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah. Namun, perlu sejumlah persiapan agar calon jamaah bisa berangkat, salah satunya perihal vaksin.

Read More

Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Eko Hartono menyebutkan bahwa ada ketentuan dalam menggunakan vaksin, di mana Saudi sendiri memakai empat jenis, yaitu AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Johnson&Johnson. Jadi, calon jamaah yang sudah mendapatkan vaksin ini diperbolehkan untuk melaksanakan umrah.

“Jadi sampai saat ini pihak saudi mengatakan bagi jamaah asing yg memperoleh empat vaksin yang dipakai saudi itu bisa langsung menjalankan ibadah umrah,” ungkapnya dalam acara Kabar Umroh untuk Indonesia secara daring, Kamis (21/10).

Sementara yang memakai vaksin diluar itu, yakni Sinovac dan Sinopharm wajib mendapatkan vaksin booster dengan empat vaksin yang dipakai Saudi. Untuk diketahui, dua vaksin tersebut hanya diakui Saudi, namun tidak dipakai.

“Bagi jamaah asing yang di luar 4 yang dipakai oleh Saudi, terutama Sinovac dan Sinopharm, maka yang bersangkutan harus memperoleh booster 1 kali dari 4 yang dipakai oleh Saudi,” tambahnya.

Meskipun begitu, sampai ada kesepakatan dan pengaturan mengenai vaksin ini, maka jamaah asing belum bisa masuk ke Saudi. Sebab, yang paling penting adalah bagaimana petugas Saudi membaca sertifikat vaksin yang ada di PeduliLindungi. “Ini belum bisa, kami sudah mencoba mencocokkan bahwa barcode yang di PeduliLindungi itu bisa dibaca petugas Saudi, itu belum bisa. Tanpa dibaca tidak mungkin jamaah bisa masuk Masjidil Haram,” terang Eko.

Baca Juga  Simak Seluk-beluk Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil Berikut Ini

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Saifan Zaking

Related posts