Kepedulian Komunitas Muda-Mudi Surabaya Membangkitkan Lingkungan

  • Whatsapp
alexametrics

Kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan mendorong Zubaidullah membentuk Komunitas Muda-Mudi Surabaya (KMS). Puluhan ribu tanaman telah dibagikan secara cuma-cuma. Selain concern terhadap lingkungan, saat pandemi Covid-19 KMS berperan penting dalam pemulihan perekonomian masyarakat.

Read More

SEPTIAN NUR HADI, Surabaya

KOMUNITAS Muda-Mudi Surabaya (KMS) dibentuk pada 22 Desember 2018. Ketika itu, Zubaidullah resah dengan situasi yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya di Jalan Kedangsari Gang VII, Tenggilis Mejoyo. Terutama para pemuda.

Main game online di gadget kerap menyibukkan mereka. Padahal, banyak hal produktif yang bisa dilakukan. Termasuk menjaga kelestarian lingkungan. ”Kalau ada event lingkungan saja mereka antusias. Setelah (event) selesai, kegiatan nggak jalan lagi. Mereka asyik main game online. Ya, walaupun tidak semuanya begitu. Tapi, yang aktif bisa dihitung jari,” kata Zubaidullah selaku ketua KMS.

KMS pun akhirnya dibentuk. Tujuannya, menjadi wadah masyarakat untuk berkreativitas. Untuk menarik mereka bergabung, beragam kegiatan pun digelar. Salah satunya, mendaur ulang sampah atau barang bekas. Misalnya, mengolah minyak jelantah menjadi sabun, membuat pot vertikal berbahan pipa paralon, hingga menyulap bekas popok bayi menjadi barang yang berguna. Di antaranya, asbak, pot, dan paving taman.

”Karena minimnya pengetahuan terhadap lingkungan, awalnya anggota yang tergabung sedikit. Hanya sembilan orang,” ucap pria kelahiran Surabaya, 19 Mei 1983, itu.

Meski begitu, kegiatan KMS tetap berjalan. Pembelajaran dilakukan secara otodidak.

Seiring berjalannya waktu, upaya kerja kerasnya menuai hasil. Dari sekian produk yang dihasilkan, pot vertikal pipa paralon paling banyak diminati masyarakat.

Baca Juga  Polisi Sang ”Penangkap” Bayi

Related posts