Idealnya Terapkan Blended Learning

  • Whatsapp
alexametrics

SuratKabar.my.id – Hampir seluruh sekolah kembali menerapkan pembelajaran online pada tahun ajaran 2021–2022. Supaya pembelajaran jarak jauh itu berjalan maksimal, interaksi terbuka antara guru dan siswa harus dibangun dengan baik.

Read More

Keterangan tersebut disampaikan Kepala Sekolah Murid Merdeka (SMM) Laksmi Mayesti. Menurut dia, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, idealnya pembelajaran dijalankan secara campuran atau blended learning. Yaitu, perpaduan antara belajar online dan tatap muka. Namun, ketika pemerintah memutuskan untuk sementara siswa melakukan pembelajaran dari rumah, sekolah harus menaatinya. Semuanya bertujuan untuk keselamatan siswa, guru, dan warga sekolah pada umumnya.

Dia mengatakan, sejak sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, sekolah yang dia pimpin sudah menerapkan blended learning. Laksmi menjelaskan, dalam pelaksanaan sekolah jarak jauh, guru didorong untuk selalu mengembangkan kreativitas.

’’Supaya anak-anak atau peserta didik dapat berinteraksi secara terbuka,’’ katanya kemarin (17/7). Jadi meski pembelajaran dilakukan secara online melalui gadget, siswa tetap bisa aktif berinteraksi dengan guru maupun sesama siswa lainnya.

Baca juga: Rencana Nadiem Kembalikan Pendidikan Sepenuhnya Tatap Muka Tuai Kritik

Menurut dia, interaksi yang terbuka itu akan menjadi keuntungan atau benefit bagi siswa maupun orang tuanya. Para orang tua bisa mengetahui perkembangan anaknya karena terlibat secara langsung dan tanpa merasa terbebani. Selama ini banyak orang tua yang merasa terbebani ketika anaknya menjalani pembelajaran online. Sebab, seolah-olah pembelajaran online cenderung memberatkan orang tua dan anak-anak saja.

Baca Juga  Daftar Ratusan Kabupaten/Kota yang Terapkan PPKM Level 3 Hingga 4

Related posts