Ganjar Minta Bupati/Wali Kota Cepat Serap Anggaran dan Cairkan Bantuan

  • Whatsapp
Ganjar Minta Bupati/Wali Kota Cepat Serap Anggaran dan Cairkan Bantuan

SuratKabar.my.id – Pemerintah akhirnya memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 hingga 2 Agustus. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menegaskan dua hal kepada bupati dan wali kota, kaitannya dengan anggaran penanganan Covid-19 maupun penyaluran bantuan sosial (bansos).

Read More

“Ada dua poin yang kita bicarakan dalam rapat hari ini bersama bupati/wali kota dan tentu saja OPD (organisasi petangkat daerah). Pertama, karena kemarin ramai soal isu anggaran, maka saya minta semua melakukan percepatan serapan. Dan ternyata semua sudah on going proses bahkan majunya cepat sekali,” terang Ganjar saat memimpin rapat penanganan Covid-19 di gedung A lantai 2 Pemprov Jateng, Senin (26/7).

Diakui dia, ada beberapa pekerjaan yang belum berjalan karena masih dalam proses pengadaan. Selain itu, ternyata ada beberapa mata anggaran yang tidak perlu dikeluarkan. Misalnya anggaran untuk sosialisasi dan dukungan vaksinasi, karena semuanya sudah berjalan.

“Sosialisasi kan sekarang tidak perlu datang, dan vaksinasi yang anggarannya untuk delivery, ternyata sekarang sudah langsung dikirim dari perusahaan sehingga anggaran itu tidak dibutuhkan lagi,” jelasnya.

Meski begitu, Ganjar menegaskan tetap harus dilakukan percepatan. Jika ada mata anggaran yang tidak terpakai, harus segera dialihkan untuk hal yang diperlukan. Salah satunya untuk pembelian peralatan kedaruratan.

“Apakah itu, ventilator, HFNC, dan peralatan lain yang sekarang dibutuhkan masyarakat. Atau digunakan untuk menambah peralatan testing dan tracing, meskipun stok kita masih ada,” tegas dia.

Selain soal anggaran penanganan Covid-19, Ganjar juga menggarisbawahi tentang penyaluran bansos. Ganjar meminta seluruh bupati/wali kota memastikan bansos maupun bantuan lain yang harus diterima masyarakat, segera dicairkan secepatnya.

Baca Juga  584 Ulama Meninggal, PB Inspira dan Polri Gelar Vaksinasi di Pesantren

“Apakah bansos, bantuan sosial tunai, PKH dan seterusnya. Saya minta semuanya mendampingi, agar bisa selesai lebih cepat. Termasuk bantuan untuk UKM,” tegasnya.

GANJAR 26B
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memimpin rapat penanganan Covid-19 di gedung A lantai 2 Pemprov Jateng, Senin (26/7). (Istimewa)

Ganjar kembali mengingatkan bupati/wali kota untuk membuat call center. Sehingga masyarakat bisa memudahkan dan mempercepat masyarakat yang ingin bertanya atau mencari informasi. Termasuk jika ada masyarakat yang terlewat dari penyaluran bantuan, bisa segera ditindaklanjuti.

“Kami dari pemprov juga sudah menyiapkan hitung-hitungannya. Nanti kalau ada masyarakat yang belum dapat bantuan dari pusat, kabupaten atau desa, di sinilah tugas pemprov untuk back up,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jateng Harso Susilo menerangkan, realisasi bansos di Jateng sudah berjalan cukup baik. Bantuan-bantuan yang bersumber dari APBN maupun APBD sudah disalurkan sebagian besar kepada masyarakat.

Bantuan dari APBN, bantuan sembako sudah tersalurkan 31,11 persen. PKH tahap II mencapai 97 persen. Bantuan Sosial Tunai (BST) dan bantuan beras juga sudah tersalurkan.

“Untuk bantuan yang bersumber dari APBD Jateng, bantuan sosial untuk Kartu Jateng Sejahtera sudah tersalurkan 81,2 persen tahap pertama dan 77,6 persen di tahap kedua,” terangnya.

Begitu juga dengan bantuan bagi pelaku UKM di Jateng. Bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp 1,2 juta akan segera disalurkan lewat Polri.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Ema Rachmawati menuturkan, pihaknya juga masih melakukan pendataan untuk penyaluran bantuan bagi UKM, yang bersumber dari APBD.

“Sampai saat ini sudah terkumpul 53.000 UKM terdampak. Kami terus lakukan pengecekan agar tidak terjadi duplikasi,” tandas Ema. (Eno)

Baca Juga  PB PON Minta Masyarakat Papua tak Terprovokasi Polemik Nagita Slavina

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM

Related posts