Firli Bahuri Ditantang Jawab 13 Pertanyaan Tes ‘Wawasan Antikorupsi’!

  • Whatsapp
Jawapos

Suratkabar.my.id – Koalisi Save Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar aksi teatrikal dalam rangka menyoroti kejanggalan asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK), terkait alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). Mereka pun menginginkan, agar Ketua KPK Firli Bahuri juga melaksanakan tes wawasan antikorupsi.

Read More

“Aksi kita pada kali ini dari koalisi masyarakat sipil memperlihatkan bahwa ada kejanggalan permasalahan yang terjadi terkait dengan pelaksaan TWK oleh KPK. Jika kita berbicara tentang pekaksanaan tes wawasan kebangsaan, kita pun juga perlu menguji tes wawasan antikorupsi Ketua KPK Firli Bahuri,” kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Wana Alamsyah di depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (7/5).

Wana menyampaikan, terdapat 13 pertanyaan tes wawasan antikorupsi. Menurut Wana, Firli harus mampu menjawab, karena wawasan antikorupsi terhadapnya masih dipertanyakan.

“Ada sekitar 13 pertanyaan yang kami tawarkan kepada pimpinan KPK untuk dijawab. Sebenarnya kami juga hari ini mengundang pimpinan KPK untuk menjawab ke-13 soal yang telah disusun oleh koalisi masyarakat sipil antikorupsi,” ungkap Wana.

Wana menyebut, aksi teatrikal itu mengundang secara terbuka Ketua KPK Firli Bahuri untuk mengisi wawasan antikorupsi. Hal ini sekaligus menanggapi, tes wawasan kebangsaan yang dinilai janggal.

Dia menuturkan, nuansa diskriminasi sangat kental pada tes wawasan kebangsaan. Wana menduga, tes wawasan kebangsaan itu hanya untuk menyingkirkan orang-orang yang berintegritas di KPK.

Baca juga: KPK Enggan Beberkan 75 Nama Pegawai yang Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

Baca Juga  Jawab Kritik, Main Dahsyat, Bikin 50 Poin, dan Bawa Timnya ke Playoff

“Ini sebenernya counter kita terhadap upaya atau kerja-kerja yang dilakukan oleh KPK dalam rangka untuk mengeleminir sejumlah orang yang ada di KPK,” tandas Wana.

Adapun 13 pertanyaan yang disiapkan koalisi save KPK antara lain:

pertanyaan wawasan kebangsaan versi antikorupsi

1. Apakah pernah tidak melaporkan LHKPN?

2. Pernah membeda-bedakan orang karena perbedaan aliran politik?

3. Apakah pernah menerima hadiah karena posisi/jabatan?

4. Apakah pernah menggunakan mobil dinas di luar jam kantor dan bukan untuk urusan kantor?

5. Apakah dalam menjalankan jabatan pernah berbohong?

6. Apakah pernah membuat aturan karena pesanan orang atau kelompok untuk kepetingan pribadi?

7. Apakah pernah makan-makan bersama calon tersangka?

8. Apakah pernah bertemu orang yang tersangkut perkara korupsi?

9. Apakah pernah menggunakan fasilitas mewah seperti helikopter?

10. Apakah pernah menggunakan barang mewah misal mobil mewah atau jam tangan mewah yang tidak mungkin dibeli dari gaji?

11. Apakah sering membuang waktu dengan membuat pernyataan pers di luar wewenang dan tanggung jawab kerja demi mempopulerkan diri sendiri?

12. Apakah anda tahu arti konflik kepentingan?

13. Apakah anda rangkap jabatan?

Related posts