Di Masa Pandemi, Startup Lokal Diyakini Tetap Bisa Tumbuh

  • Whatsapp
Di Masa Pandemi, Startup Lokal Diyakini Tetap Bisa Tumbuh

SuratKabar.my.id – Menggenjot perekonomian Indonesia yang sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19 butuh bantuan dari berbagai pihak. Kini, di masa yang serba sulit, semua mesti bahu-membahu untuk kembali mendongkrak perekonomian agar terus bisa bertahan.

Read More

Salah satu yang dijagokan pemerintah untuk menghadapi situasi ini adalah peran dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan bisnis rintisan atau startup potensial yang bergerak melalui ekosistem digital atau digital preneur. Startup lokal juga diyakini bisa terus tumbuh di masa pandemi, asalkan, mereka memilki akses permodalan yang memadai.

Membantu akses permodalan bagi banyak startup di Tanah Air, anak usaha Telkomsel yang bergerak di bidang permodalan ventura, Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) kini memasuki usia kedua. Sejak diluncurkan 2019 lalu, TMI mengklaim telah berhasil menaungi belasan perusahaan rintisan atau startup di bidang teknologi dan inovasi.

Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam mengatakan, Telkomsel menempatkan TMI sebagai mitra dalam mendukung dan mempercepat digital-preneur dari para pelaku startup potensial di Indonesia dan dunia. “Komitmen tersebut menjadi salah satu upaya yang terus Telkomsel lakukan untuk memperluas portofolio bisnis sekaligus memperkuat ekonomi digital nasional,” kata Hendri saat jumpa pers daring pada Kamis (22/7).

TMI pun dikatakan terus bergerak baik ke startup lokal maupun global. Direktur Utama TMI, Marlin R Siahaan dalam kesempatan yang sama menyebut, dalam memajukan peranan startup dan digital preneur di tanah air, TMI telah melakukan investasi dengan nilai sekitar USD 40 juta (setara Rp 580 miliar) di sejumlah startup yang telah berkembang pesat di Indonesia.

Baca Juga  Geser Juara Bertahan Vietnam, Penggunaan Domain .id Sudah Ungguli .vn

“Startup yang akan bermitra harus memahami bahwa di bawah Telkomsel, TMI membantu startup tumbuh bersama dengan Telkomsel. Sinergi bersama inj akan menjadi kesempatan yang baik untuk perkembangan mereka,” ucap Marlin.

Adapun TMI dikatakan fokus memberikan investasi untuk early stage startup dengan seri pendanaan A dan B. Sejauh ini, disebutkan Marlin, 15 startup berkembang telah mendapatkan pendanaan dengan nilai antara USD 250.000 hingga USD 5 juta atau berkisar Rp 3,6 miliar hingga Rp 72,4 miliar lebih.

Sembilan startup yang dimodali TMI di antaranya bahkan telah tumbuh dan berkembang dengan baik, antara lain adalah Kredivo, PrivyID, Qlue, Halodoc, TaniHub, Tada, SiCepat, dan Inspigo. Tak hanya didanai, startup-startup terkemuka ini juga bersinergi dengan Telkomsel.

Kredivo misalnya, menggunakan solusi credit scoring Telkomsel untuk memberikan pengajuan kredit kepada nasabahnya. Selain itu Telkomsel juga memberikan paket bundling untuk pengguna Kredivo. Begitu juga dengan startup TaniHub yang menggunakan solusi credit scoring Telkomsel untuk membantu petani mendapatkan kredit modal usaha.

Startup logistik SiCepat juga bermitra dengan Telkomsel dengan mengutilisasi GraPari Telkomsel untuk layanan jemput paket. Ada pula paket data ekonomis dari Telkomsel yang dimanfaatkan kurit SiCepat.

Related posts