Dewas KPK Tak Segan Jatuhkan Sanksi ke Lili Pintauli Siregar

  • Whatsapp

SuratKabar.my.id – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) mengklaim, mengedepankan prinsip zero tolerance terhadap setiap insan KPK yang diduga melakukan pelanggaran etik, tak terkecuali kepada Pimpinan KPK. Diduga Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar berkomunikasi dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial terkait penanganan perkara.

Read More

Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris mengatakan, pihaknya tak segan menjatuhkan sanksi kepada setiap insan KPK apabila terbukti melanggar etik. “Sejak awal Dewan Pengawas KPK berkomitmen menegakkan prinsip zero toleransi untuk pelanggar kode etik KPK. Siapapun insan KPK, entah pegawai, pimpinan, atau bahkan anggota Dewas sendiri bisa dikenai pasal etik,” kata Haris dikonfirmasi, Selasa (27/7).

Peneliti senior LIPI ini mengungkapkan, dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Lili Pintauli hingga kini masih berproses pada Dewas KPK. “Dugaan pelanggaran kode etik oleh salah satu pimpinan KPK tengah dalam proses di Dewas,” tegas Haris.

Sementara itu, Anggota Dewas KPK Albertina Ho menuturkan persidangan dugaan pelanggaran kode etik Lili Pintauli Soregar akan digelar pada pekan depan. “Dugaan pelanggaran kode etik dengan Terperiksa Ibu Lili akan disidangkan minggu depan,” ujar Albertina.

Terlebih dalam persidangan kasus dugaan suap penyidik KPK dengan terdakwa Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahriah, mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju mengakui adanya komunikasi antara Lili dengan Syahrial.

Komunikasi Syahrial dengan Lili terkait permintaan bantuan hukum oleh Syahrial kepada seseorang bernama Fahri Aceh. Bantuan hukum itu berkaitan dengan, penyelidikan kasus jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

Baca Juga  Akademisi UII Khawatir Alih Status Pegawai KPK Ganggu Independensi

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan

Related posts