Dewas KPK Enggan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Lili Siregar

  • Whatsapp
Dewas KPK Enggan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Lili Siregar

SuratKabar.my.id – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran etik yang diduga dilakukan oleh Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Laporan terhadap Lili disampaikan oleh dua mantan pegawai KPK, Novel Baswedan dan Rizka Anungnata pada Kamis (21/10) kemarin.

Read More

“Laporan pengaduan baru diterima Dewas. Tapi materi laporan sumir. Perbuatan LPS yang diduga melanggar etik tidak dijelaskan apa saja,” kata Anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris dikonfirmasi, Jumat (22/10).

Haris menyampaikan, seharusnya pelaporan dugaan pelanggaran etik bagi setiap insan KPK didasari dengan bukti fakta perbuatannya. Serta juga melampirkan saksi-saksi untuk menguatkan aduan tersebut.

“Setiap laporan pengaduan dugaan pelanggaran etik oleh insan KPK harus jelas apa fakta perbuatannya, kapan dilakukan, siapa saksinya, apa bukti-bukti awalnya. Jika diadukan bahwa LPS berkomunikasi dengan kontestan Pilkada 2020 di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), ya harus jelas apa isi komunikasi yang diduga melanggar etik tersebut,” imbuhnya.

Haris menyampaikan, laporan tersebut belum jelas. Sehingga pihaknya tidak akan menindaklanjuti pengaduan tersebut.

“Semua laporan pengaduan dugaan pelanggaran etik yang masih sumir, tentu tidak akan ditindaklanjuti oleh Dewas,” tegas Haris.

Dalam laporannya, Novel Baswedan mengungkapkan selain pernah terlibat pengurusan perkara Kota Tanjungbalai, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar juga dinilai berurusan dengan perkara Labuhanbatu Utara. Novel dan Rizka juga sempat menangani perkara Labuhanbatu Utara.

“LPS sebagai terlapor selain terlibat dalam pengurusan perkara Tanjungbalai, juga terlibat dalam beberapa perkara lainnya, yaitu terkait dengan perkara Labuhanbatu Utara yang saat itu juga kami tangani selaku penyidiknya,” ucap Novel, Kamis (21/10).

Baca Juga  Makin Rendah, Covid-19 Hanya 460 Kasus, Meninggal 30 Jiwa

Novel mengungkapkan, fakta ini juga disampaikan dalam persidangan etik dengan terlapor Lili Pintauli Siregar, dimana dugaan perbuatan Lili saat itu adalah berkomunikasi dengan salah satu kontestan Pilkada Serentak Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) yaitu Darno, dan kemudian ada permintaan dari Darno untuk mempercepat eksekusi penahanan Bupati Labura Khairuddin Syah Sitorus yang saat itu menjadi tersangka di KPK sebelum
Pilkada serentak 2020 dimulai.

Hal ini diduga bertujuan untuk menjatuhkan suara dari anak tersangka Bupati Labura Khairuddin Syah yang saat itu juga menjadi salah satu kontestan Pilkada. Fakta ini bahkan
disampaikan Khairuddin Syah kepada Pelapor saat itu.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Related posts