Busyro: Isu Taliban Gugur, 8 Pegawai yang Tak Lulus Tes ASN Nonmuslim

  • Whatsapp
Jawapos

Suratkabar.my.id – Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengomentari 75 pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi aparatur negeri sipil (ASN). Menurut Busyro, dari 75 pegawai yang tidak lulus, tidak semua bergama Islam.

Read More

“Dari 75 yang dinyatakan tidak lolos itu ada 8 pegawai KPK yang itu beragama Nasrani dan Budha. Fakta ini menunjukkan bahwa isu radikalisme, taliban, sama sekali tidak pernah ada,” kata Busyro dalam diskusi daring, Jumat (7/5).

Busyro menegaskan, tidak ada isu taliban dan radikalisme di KPK. Menurut Busyro, narasi taliban dan radikalisme hanya dibangun oleh buzzer di media sosial.

“Justru membuktikan adanya radikalisme politik, radikalisme yang dilakukan imperium buzzer yang selalu mengotori perjalanan nilai-nilai keutamaan bangsa,” beber Busyro.

Sebagai alumni pimpinan KPK, sambung Busyro, dia mengharapkan agar 75 pegawai yang gagal menjadi ASN itu untuk diselamatkan. Karena asesmen TWK dinilai tidak memiliki dasar.

“Karena tes wawasan kebangsaan itu tidak memiliki legitimasi moral, akademis, dan metodelogi,” tegas Busyro.

Sebagaimana diketahui, sejak 18 Maret sampai 9 April 2021, KPK bekerjasama dengan BKN RI telah melakukan asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap 1.351 pegawai. Terdapat dua orang diantaranya tidak hadir pada tahap wawancara.

Baca juga: Isu Radikal dan Taliban, Novel: Ada Kepentingan yang Terganggu di KPK

Pelaksanaan asesmen pegawai KPK bekerjasama dengan BKN RI telah sesuai dengan Pasal 5 ayat (4) Perkom KPK Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Baca Juga  Penerbangan Internasional Bali dan Kepri Kembali Dibuka

Hasilnya, pegawai yang memenuhi syarat sebanyak 1274 orang. Sedangkan pegawai yang tidak memenuhi syarat sebanyak 75 orang.

Related posts