Banyak yang Meninggal, Wakil Kwarnas Bilang Susur Sungai masih Perlu

  • Whatsapp
alexametrics

SuratKabar.my.id – Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru, Ciamis, Jawa Barat meninggal dunia akbat tenggelam di Sungai Cileueue saat mengikuti kegiatan susur sungai pada Jumat (15/10).

Read More

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) M Ali Ramdhani berharap ada evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakuriler madrasah, khususnya giat yang memiliki potensi risiko tinggi. Mengenai keamanan dan keselamatan dalam kegiatan pembinaan madrasah harus menjadi perhatian dan prioritas utama.

“Giat yang berisiko tinggi harus benar-benar memperhatikan aspek keselamatan. Ini akan kita evaluasi. Saya sudah meminta Kabid Madrasah Kanwil Jabar agar bisa segera melalukan hal tersebut,” ujar Ali kepada wartawan, Sabtu (16/10).

Sementara Anggota Komisi X DPR Hasanuddin Wahid meminta agar susur sungai dihentikan dari kegiatan sekolah. Karena kegiatan ini sangatlah membahayakan keselamatan siswa. “Sudah saatnya dihentikan kegiatan seperti ini, dan semua kegiatan yang membahayakan keselamatan siswa ganti dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan tidak membahayakan lainnya,” katanya.

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan, susur sungai adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh orang profesional. Sehingga lebih baik susur sungai ini diganti kegiatan lain yang lebih aman bagi para peserta didik ini. “Kegiatan susur sungai adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh kelompok profesional, tidak bisa dilakukan oleh siswa yang masih tingkat dasar dan menengah. Lebih baik buat kegiatan yang lebih safety dan tidak membahayakan jiwa siswa,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Chairul Huda mengaku punya pandangan berbeda. Kata dia, kegiatan susur sungai atau bersih-bersih sungai masih diperlukan bagi para peserta didik. Namun kata dia, masih ada yang mengabaikan keamanan mengenai kegiatan tersebut. “Kegiatannya (susur sungai, Red) masih penting. Tapi sepertinya aturan Kwarnas tentang manajemen risiko diabaikan,” ujar Chairul.

Baca Juga  Dubes Jose Tavares Kunjungi Tatarstan untuk Pererat Diplomasi Ekonomi

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Gunawan Wibisono

Related posts