Azis Syamsuddin Mengaku Pinjami Robin Rp 200 Juta

  • Whatsapp
alexametrics

SuratKabar.my.id – Tim jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam sidang perkara suap terhadap eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Azis dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Wali Kota (nonaktif) Tanjungbalai M. Syahrial.

Read More

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menerangkan, persidangan tersebut digelar di Pengadilan Tipikor Medan kemarin (26/7). Sebagai saksi, tim JPU menghadirkan Azis dan Robin. ”Azis Syamsuddin telah mengonfirmasi bersedia mengikuti persidangan dimaksud,” kata Ali.

Pada sidang yang diketuai hakim As’ad Rahim Lubis itu, Robin diminta menjelaskan kronologi pertemuannya dengan Syahrial. Dalam keterangannya, Robin mengakui melakukan komunikasi dengan Syahrial terkait uang Rp 1,5 miliar. Uang tersebut ditransfer secara bertahap ke rekening Rifka Amelia, rekan Robin. Uang itu sebagai pengondisian penyelidikan kasus dugaan jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

Robin juga dicecar soal peran Azis dalam perkara tersebut. Di hadapan majelis hakim, Robin menyebutkan bahwa Azis tidak memiliki peran apa pun terkait hubungannya dengan Syahrial sebagaimana dia ungkapkan sebelumnya. Robin mengaku dirinya diperkenalkan oleh Dedy kepada Syahrial. Dedy merupakan ajudan Azis. Perkenalan itu terjadi di rumah dinas Azis pada Oktober 2020.

Sementara itu, sama dengan kesaksian Robin, Azis mengaku tidak mengenalkan Robin kepada Syahrial secara langsung. Sebab, dalam pertemuan tersebut, Azis sedang mengurus rapat formatur musda Partai Golkar Sumatera Utara. ”Untuk waktunya saya tidak ingat, Yang Mulia, sekitar tahun 2020,” kata Azis kepada majelis hakim.

Baca Juga  Korupsi Pengadaan Bebek Rp 12,9 M, 4 Orang Ditetapkan Tersangka

Lebih jauh, Azis menjelaskan bahwa Robin beberapa kali memang datang ke rumah dinasnya. Pertemuan itu membahas banyak hal. Di antaranya soal rumah tangga dan keluarga. Azis menyebut Robin juga pernah meminjam uang. ”Pinjaman saat itu atas permintaan beliau (Robin), persisnya ada Rp 200 juta apa Rp 150 juta gitu,” terang politikus Partai Golkar tersebut.

Related posts