Alasan Sibuk, Azis Syamsuddin Mangkir dari Panggilan KPK

  • Whatsapp
Alasan Sibuk, Azis Syamsuddin Mangkir dari Panggilan KPK

Suratkabar.my.id – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (7/5). Azis sedianya bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Stepanus Robin Pattuju (SRP) dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Read More

“Hari ini (7/5/2021) penyidik KPK memanggil saksi-saksi terkait perkara dengan tersangka SRP, antara lain saksi Azis Syamsuddin,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (7/5).

Ali menyampaikan, Azis Syamsuddin memberikan keterangan secara tertulis tidak bisa menghadiri pemeriksaan oleh penyidik KPK. Azis beralasan masih ada kegiatan yang harus diselesaikan.

“Informasi yang kami terima yang bersangkutan hari ini konfirmasi secara tertulis bahwa tidak bisa hadir memenuhi panggilan. Karena masih ada agenda kegiatan yang dilakukan,” ucap Ali.

Juru bicara KPK berlatar belakang Jaksa ini menyampaikan, lembaga antirasuah akan menjadwalka ulang terhadap Azis Syamsuddin. Meski demikian, Ali tidak menjelaskan rinci kapan Azis akan dipanggil lagi untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

“KPK akan kembali memanggil yang bersangkutan dan mengenai waktunya akan kami informasikan lebih lanjut,” pungkas Ali.

Baca Juga: Reformasi ASN, Naik Pangkat Tiap Dua Tahun dan Usia Pensiun Ditambah

Baca Juga: KRI Nanggala-402 Tenggelam, AHY: 1 Nyawa Prajurit TNI Sangat Berharga

Dalam perkara dugaan suap penanganan perkara di Pemkot Tanjungbalai, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni penyidik asal kepolisian, Stepanus Robbin Pattuju (SRP), Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial (MS) dan pengacaranya Maskur Husain (MH) sebagai tersangka. KPK menduga, penyidik asal Korps Bhayangkara Stepanus menerima suap untuk mengurus perkara yang menjerat Syahrial.

Baca Juga  Sekap Penjaga Toko, 3 Polisi Gadungan Ditangkap

Stepanus yang merupakan penyidik KPK bersama dengan Maskur Husain menyepakati agar perkara dugaan korupsi yang menjerat Syahrial di KPK tidak lagi dilanjutkan. Kesepakatan uang Rp 1,5 miliar ini, setelah Stepanus bertemu Syahrial di rumah Azis Syamsuddin pada Oktober 2020.

Syahrial lantas menyanggupi permintaan uang itu, dengan kesepakatan kasusnya tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan. Terlebih KPK juga sampai saat ini belum mengumumkan sejumlah pihak yang ditetapkan tersangka dalam kasus lelang jabatan di Kota Tanjungbalai.

Syahrial memberikan uang itu secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia (RA) teman dari Stepanus. Uang itu baru diserahkan dengan total Rp 1,3 miliar.

Stepanus dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 UU No. 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 UU No. 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Related posts