Akses Internet ke Sekolah Disebut Bisa Dongkrak PDB

  • Whatsapp
Akses Internet ke Sekolah Disebut Bisa Dongkrak PDB

SuratKabar.my.id – Internet menjadi salah satu hal yang paling dibutuhkan di era digital seperti saat ini. Peran dan fungsinya bisa dibilang sangat vital termasuk dalam proses kegiatan belajar mengajar para siswa.

Read More

Bahkan, menurut laporan terbaru dari Ericsson, perusahaan telekomunikasi Swedia, hadirnya internet yang memadai bagi sekolah-sekolah dan peserta didik mampu mendongkrak kesejahteraan mereka di kemudian hari. Memberikan akses internet untuk sekolah diperkirakan akan meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per kapita hingga 20 persen.

Hal tersebut berdasarkan laporan Economist Intelligence Unit (EIU) yang didukung Ericsson. Laporan tersebut menemukan bahwa negara dengan konektivitas broadband yang rendah memiliki peluang untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 20 persen dengan cara memperluas akses internet ke sekolah.

Saat ini, sistem pendidikan di seluruh dunia terdampak pandemi. Hal ini diketahui karena lebih dari 190 negara menutup sekolah secara nasional.

Selama masa ini, konektivitas di rumah memastikan pembelajaran dapat berlangsung untuk setidaknya 100 juta dari 1,6 miliar siswa putus sekolah di seluruh dunia.

Penutupan sekolah yang dilakukan sementara juga telah mengubah pandangan mengenai perlunya konektivitas sekolah guna mendukung pembelajaran dan menjembatani pendidikan serta mengurangi kesenjangan digital.

Tak hanya para peserta didik, tenaga kerja dengan pendidikan yang cukup baik pun berkesempatan untuk menjadi pribadi inovatif dan mampu menghasilkan ide-ide terobosan, yang pada akhirnya, dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

“Akses internet di sekolah juga dapat membantu memberikan kesempatan setara kepada siswa dalam bentuk peningkatan pembelajaran dan keterampilan, yang pada akhirnya membuka akses ke jalur karir baru dan mutu hidup yang lebih baik, sehingga dapat menguntungkan setiap orang maupun masyarakat pada umumnya,” jelas laporan Ericsson.

Baca Juga  Tahap Awal 5G Indosat Ooredoo, Fokus ke Industri dan Yanmas

World Economic Forum Global Competitiveness Index(2017) dan World Bank Human Capital Index (2017) juga menunjukkan hubungan yang jelas antara akses internet dengan mutu pendidikan. Analisis EIU menunjukkan bahwa apabila konektivitas sekolah di suatu negara meningkat 10 persen, maka PDB per kapitanya pun meningkat sebesar 1,1 persen.

Meskipun tingkat penetrasi internet dunia telah meningkat secara substansial dari 17 persen pada 2005, persentase penetrasi ini masih berada di tingkat moderat, hanya sedikit di atas 50 persen pada 2021, dan tidak merata di seluruh wilayah.

Di Nigeria, negara di Afrika Barat, laporan tersebut menemukan bahwa peningkatan konektivitas sekolah ke tingkat Finlandia dapat meningkatkan PDB per kapita hampir 20 persen dari minimum USD 550 atau berkisar Rp 8 juta per orang, menjadi USD 660 atau berkisar Rp 9,6 jutaan per orang pada 2025.

Ericsson juga melihat ada empat langkah utama dalam menciptakan perubahan, yakni kerjasama, aksesibilitas dan keterjangkauan, menggunakan internet dan alat digital dalam pendidikan, serta perlindungan anak-anak di internet.

Laporan ini juga menyebut, para pemimpin sektor publik, swasta, dan LSM di seluruh dunia bisa menciptakna dampak besar untuk menjembatani kesenjangan digital. Caranya dengan menggabungkan kekuatan agar konektivitas internet bisa diakses anak-anak.

Related posts