3 Gejala Saraf Terjepit Sangat Menyiksa, Ini Cara Mengobatinya

  • Whatsapp
3 Gejala Saraf Terjepit Sangat Menyiksa, Ini Cara Mengobatinya

SuratKabar.my.id – Rasa sakit saraf terjepit memang sungguh tak tertahankan. Tak cuma itu, kondisi ini bisa mengganggu kualitas hidup penderitanya.

Read More

Dalam istilah medis, saraf terjepit biasa disebut dengan Hernia nukleus pulposus (HNP).

Dokter Spesialis Bedah Saraf Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP mengatakan, saraf terjepit dalah suatu kondisi yang diakibatkan menonjolnya bantalan tulang belakang sehingga menjepit saraf tulang belakang. HNP dapat terjadi pada semua ruas tulang belakang, tetapi yang paling sering terjadi yaitu pada segmen lumbal atau pinggang yang sebagian besar pada segmen L4-L5, L5-S1.

Menurut Wawan, saraf terjepit juga bisa terjadi pada ruas leher C5-C6 atau C6-C7. Saraf terjepit ini juga bisa mengenai segala usia, baik muda maupun tua.

“Pada usia muda umumnya disebabkan oleh cedera dan beban berat pada tulang belakang sehingga menyebabkan penonjolan bantalan tulang atau diskus intervertebrali. Sedangkan pada usia tua disebabkan proses degenerasi, dan hilangnya elastisitas batalan tulang,” katanya dalam webinar baru-baru ini.

Apa saja pemicunya?

Ternyata faktor risikonya adalah usia, cedera (baik jatuh akibat kecelakaan atau olahraga), aktivitas dan pekerjaan (duduk lama, mengangkat ataupun menarik beban yang berat, sering memutar punggung1. ataupun membungkuk, latihan fisik terlalu berat dan berlebihan, terpapar getaran yang konstan, olahraga berat, merokok, berat badan berlebihan, dan batuk dalam waktu yang lama. Saraf terjepit ini dapat menimbulkan beragam gejala bergantung pada lokasi jepitan saraf itu terjadi.

Apa saja gejalanya?

1. Kesemutan

Baca Juga  Beregu Putra Raih Emas, Tiongkok Kian Berjaya di Cabang Tenis Meja

Gangguan pada komponen sensorik (rasa), misalnya kesemutan, kebas, baal yang terasa di tangan atau kaki.

2. Motorik Melemah

Gangguan pada komponen motorik (gerakan), misalnya anggota gerak melemah.

3. Sulit Buang Air

Gangguan komponen otonom, misalnya gangguan buang air kecil, dan buang air besar.

Cara Pengobatannya

Nyeri akibat saraf terjepit dapat mengganggu aktivitas harian penderitanya. Biasanya saat nyeri ini sudah berlangsung lama, penderitanya mulai mencari solusi untuk mengatasi nyerinya.

“Kini dunia medis sudah berkembang semakin maju dengan adanya Interventional Pain Management (IPM) yang menerapkan teknik-teknik intervensi untuk menangani nyeri subakut, kronik, persisten, dan nyeri yang sulit diatasi, baik secara independen maupun bersama dengan modalitas terapi lainnya,” papar Wawan.

Teknologi IPM ini dapat berupa injeksi kortikosteroid, radiofrekuensi ablasi, laser, kateter RACZ, endoskopi tulang belakang, dan DiscFX. Semua teknologi ini akan membantu menangani nyeri tulang belakang yang menjadi salah satu keluhan utama penderitanya saat berkonsultasi dengan dokter.

Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah Saraf dr. Mustaqim Prasetya, SpBS mengatakan, dulu kondisi saraf terjepit perlu ditangani dengan operasi terbuka yang memiliki banyak risiko dan proses pemulihannya lama. Kini seiring dengan majunya teknologi kedokteran, saraf terjepit sudah dapat diatasi dengan teknologi invasif minimal tanpa bedah terbuka dengan risiko yang lebih minimal.

“Saraf terjepit sudah dapat ditangani tanpa perlu rawat inap, dan proses pemulihannya cepat. Selain itu, biaya jauh lebih terjangkau dibandingkan operasi terbuka dulu,” kata Mustaqim.

Hal senada diungkapkan Direktur Utama Klinik Utama DR. Indrajana dr. Mustapa Widjaja. Kateter RACZ dan DiscFX kini menjadi pengobatan saraf kejepit selain endoskopi tulang belakang, laser, dan radiofrekuensi ablasi.

“Bagaimana dunia medis bisa memberikan perbaikan kualitas hidup penderita nyeri tulang belakang sehingga dapat bebas bergerak tanpa nyeri lagi,” tegas Mustapa.

Baca Juga  Italia vs Spanyol: Gavi Dapat Nomor Spesial

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Related posts