26 Gedung Asrama Haji Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

  • Whatsapp
26 Gedung Asrama Haji Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

SuratKabar.my.id – Beberapa hari dibuka sebagai tempat karantina pasien Covid-19, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, sudah merawat banyak pasien Covid-19. Saat ini ada 44 pasien yang dirawat di Gedung Arafah.

Read More

Total ada tiga gedung yang digunakan untuk tempat perawatan dan karantina. Perinciannya, gedung A terdiri atas 44 kamar dengan kapasitas 172 orang. Lalu, gedung B terdiri atas 36 kamar dengan kapasitas 144 orang. Kemudian, gedung C berisi 36 kamar dengan kapasitas 240 orang. Total kapasitas untuk menampung pasien Covid-19 mencapai 556 orang.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi kemarin meninjau kondisi Asrama Haji Pondok Gede. Dia menjelaskan, khusus Gedung Arafah digunakan untuk merawat pasien kategori sedang sampai berat. Kemudian, gedung A, B, dan C difungsikan untuk karantina pasien atau orang tanpa gejala (OTG).

Dia mengatakan, secara keseluruhan ada 26 unit asrama haji di Indonesia yang digunakan untuk tempat isolasi Covid-19. ”Total ada 3.308 kamar yang siap digunakan untuk pasien Covid-19,” katanya. Total daya tampungnya mencapai 10 ribu orang.

Sementara itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengingatkan supaya rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas ditunda dulu. Dia menyatakan, rencana membuka PTM secara terbatas diambil sebelum terjadi ledakan baru Covid-19 akhir-akhir ini. Dia menjelaskan, pemerintah sejatinya sudah melakukan evaluasi rencana membuka kembali PTM awal Juli depan. ”Solusinya tetap kembali PJJ (pembelajaran jarak jauh, Red) seperti semula. Kita tidak mau mengambil risiko,” ujarnya seusai pembukaan Dies Natalis Ke-37 Universitas Terbuka kemarin (24/6).

Baca Juga  Tes Anjlok, Kematian Covid-19 Masih Tinggi, Jateng Terbanyak

Pada bagian lain, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Jumeri kembali menegaskan bahwa pelaksanaan PTM bersifat dinamis. Tidak ada penyamarataan situasi yang kemudian mengharuskan semua daerah melakukan PTM terbatas secara bersamaan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/lyn/wan/mia/deb/c19/c6/oni

Related posts